31 Oktober 2012

MUNAS XIX IMBASADI 2012 Sudah Berakhir.

Sebanyak 18 perguruan tinggi (PT) di Indonesia mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Indonesia (Imbasadi) XIX, di Kampus Unpad Jatinangor, Jum’at-Senin (12-15/10).
Ketua Pelaksana Kegiatan, Anggy Endrawan, mengatakan, peserta munas berasal dari PT di Indonesia yang memiliki jurusan sastra dan bahasa daerah. Kecuali Papua, kata dia, hampir seluruh PT di Indonesia yang memiliki jurusan itu mengirimkan utusannya dalam acara itu.
“Agenda yang digelar dalam munas yaitu seminar, munas, dan wisata budaya,” kata Anggi seusai pembukaan di Gedung PSBJ Unpad Jatinangor, Jum’at (12/10).
Menurut Anggy, tema utama yang diusung dalam munas yaitu tekad untuk menggali budaya lokal yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dalam menghadapi beragam persoalan bangsa yang muncul saat ini.
“Kearifan lokal dipandang lebih efektif untuk menjadi solusi menghadapi persoalan globalitas. Upaya untuk kembali ke akar budaya di masing-masing daerah harus menjadi pijakan dalam menyelesaikan persoalan pada masa kini dan masa mendatang,” ujar AnggUy.
Ketua Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Teddi Muhtadin, M.Hum., berharap agar ke depan muncul generasi baru yang sadar atas pentingnya memperhatikan budaya lokal.
“Saat peserta munas pulang kembali ke daerahnya masing-masing diharapkan akan membawa pencerahan kepada masyarakat. Perhatian terhadap pengembangan kearifan budaya lokal  harus terus-menerus dilakukan,” kata Teddi.
agenda tahun berikutnya, pelaksanaan MUNAS berikutnya di SOLO Universitas SebelasMaret, tunggu tanggal pemberitahuannya.

28 Oktober 2011

Seminar Nasional Budaya Etnik IV, 2011

 
Seminar Nasional Budaya Etnik IV
Departemen Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, USU
Dalam rangka DIES NATALIS Ke-46 Fakultas Ilmu Budaya USU
Peranan Kearifan Lokal Dalam Pembentukan Karakter Bangsa
Wisma Pariwisata USU, Jalan Universitas 26 Medan, Sumatera Utara
30 November2011
Laman : sastra.daerahusu@yahoo.co.id


I.   LATAR BELAKANG
Keanekaragaman suku bangsa yang ada di Indonesia ini merupakan anugerah dari Tuhan yang tidak ternilai harganya. Ini merupakan kenyataan hidup sekaligus menjadi asset bangsa. Dari keberagaman ini dapat dipupuk rasa kesatuan dan persatuan yang mampu mengangkat derajat serta marwah bangsa ini di dunia internasional.
          Setiap suku memiliki produk budaya yang lahir dari gagasan, ide, konsep, dan pemikiran bersama dalam komunitas tersebut, yang dipakai sebagai pedoman dan acuan hidup. Oleh sebab itu, budaya merupakan manifestasi dari cara berpikir manusia atau komunitas tertentu.
Budaya setiap suku tidaklah bersifat statis, akan tetapi dinamis. Dinamika atau perubahan kebudayaan ini dapat terjadi karena berbagai hal. Secara fisik, bertambahnya penduduk, berpindahnya penduduk, masuknya penduduk asing, masuknya peralatan baru, mudahnya akses masuk ke daerah, juga dapat menyebabkan perubahan pada kebudayaan tertentu. Sedangkan dalam lingkup hubungan antarmanusia, hubungan individual dan kelompok dapat juga melatarbelakangi perubahan kebudayaan. Dengan kata lain, perkembangan dan perubahan akan selalu terjadi, baik dengan evolusi, difusi, maupun akulturasi.
Akhir-akhir ini, masalah kearifan lokal banyak diperbincangkan. Sebenarnya apakah kearifan lokal itu? Secara etimologi, kearifan lokal berasal dari dua kata yakni kearifan (wisdom) dan lokal (local). Dalam Kamus Inggris-Indonesia John M. Echols dan Hassan Syadily, local berarti setempat, sedangkan wisdom adalah kearifan atau sama dengan kebijaksanaan. Dengan demikian, kearifan lokal (local wisdom) adalah gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan bernilai baik sehingga akan diterima, diikuti, bahkan dilaksanakan oleh masyarakatnya.

Membahas tentang kearifan lokal sama artinya memperbincangkan potensi dan jati diri bangsa. Prof. Nyoman Sirtha (sebagaimana dikutip oleh Sartini) mengemukakan bahwa bentuk-bentuk kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa: nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Fungsi kearifan lokal pun bermacam-macam, yakni: (1) untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam, (2) untuk pengembangan sumber daya manusia, (3) untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, (4) sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan, (5) bermakna sosial, seperti berbagai upacara, (6) bermakna etika dan moral, dan (7) bermakna politik. Dari uraian fungsi di atas terlihat bahwa ranah kearifan lokal itu demikian luas, mulai dari yang bersifat teologis, pragmatis, dan teknis.       Sebagai salah satu contoh, konsep Dalihan Na Tolu, merupakan salah satu kearifan lokal yang berfungsi mengatur etika dan moral dalam hidup dan kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba.  Demikian juga dengan tradisi berpantun, ritual jamuan laut, pantang larang, dan lainnya  yang ada pada masyarakat Melayu.
            Setiap daerah tentu memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Namun kebhinekaan ini tidaklah dipertentangkan bahkan harus tetap dipersandingkan. Sebab, keberagaman ini merupakan manifestasi gagasan dan nilai sehingga saling menguat dan untuk meningkatkan wawasan dalam saling apresiasi. Kebhinekaan akan menjadi bahan perbandingan untuk menemukan persamaan pandangan hidup dalam membentuk karakter bangsa.  

II. TUJUAN
Secara umum, seminar ini dilaksanakan agar peserta : (1) memahami konsep kearifan lokal, (2) memahami keanekaragaman kearifan lokal, (3) dapat merealisasikan kearifan lokal sebagai potensi budaya bangsa, dan, (4) mampu mewujudkan kearifan lokal dalam pembentukan karakter bangsa.

III. M A T E R I
Adapun materi yang akan disajikan pada seminar ini terdiri atas :
1)    Peran kearifan lokal dalam pengembangan sumber daya manusia.
2)    Peran kearifan lokal dalam pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
3)    Peran kearifan lokal dalam hidup dan berkehidupan social.
4)    Peran kearifan lokal dalam pembentukan etika dan moral.
5)    Peran kearifan lokal dalam pembentukan karakter bangsa.

IV.   PENYAJI/PEMAKALAH
1)    Prof. Amrin Saragih, M.A., Ph.D. (Guru Besar UNIMED dan Kepala Balai Bahasa Medan)
2)    Drs. Mhd. Takari, M.Hum., Ph.D. (Ketua Departemen Etnomusikologi FIB USU Medan)
3)    Nelson Lumbantoruan, S.S.,M.Hum.  (Staf Peneliti Balai Bahasa Medan)
4)    Dr. Abdurahman Adisaputram M.Hum. (Staf Pengajar UNIMED)
Ketentuan:
  • Makalah yang diterima untuk ditampilkan harus ditulis antara 15-25 halaman atau sekitar 5.000 kata, diketik di atas kertas A4 dengan jarak 1,5 spasi dan dikirim langsung ke Sekretariat Panitia, juga bisa via email : sastra.daerahusu@yahoo.co.id, dan diterima panitia paling lambat 24 November 2011
  • Makalah akan disusun dalam Proceeding
V. TEMPAT
Seminar ini akan diadakan di AULA WISMA PARIWISATA USU, Jalan Universitas No.26 Kampus USU Padang Bulan Medan 20155.
VI. JADWAL KEGIATAN
Ø  Hari Rabu (30 November 2011)
08.30-09.00    : Registrasi Peserta Seminar
09.00-09.30     : Pembukaan Seminar
09.30--09.45    : Snack
09.45-12.15     : Sesi 1 (3 makalah)
12.15-13.30     : ISOMA
13.30-14.45     : Sesi 2 (2 makalah)
14.45-15.15     : Coffee Break
15.15-15.30     : Penutupan Seminar

VII. METODE
Seminar Nasional Budaya Etnik IV ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis Ke-46 Fakultas Ilmu Budaya USU Medan, dengan tema “Peranan Kearifan Lokal dalam Pembentukan Karakter Bangsa dengan menggunakan pendektan pendidikan formal, intelektual, dan dewasa dengan memaksimalkan kontribusi peserta. Selain ceramah dan tanya jawab/diskusi, peserta juga terlibat aktif baik pribadi maupun kelompok, di samping disediakan waktu untuk kajian mandiri dan konsultasi out line/proposal tesis atau disertasi pribadi dengan fasilitator.

VIII. PESERTA
Peserta seminar nasional ini diharapkan berasal dari kalangan dosen/staf pengajar perguruan tinggi, mahasiswa pascasarjana, peneliti, praktisi sosial budaya, guru, dan peminat lainnya, terutama yang berminat mendalami tentang kearifan lokal, dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu linguistik, kesusasteraan, antropologi, budaya, sosiologi, hukum, filsafat, psikologi, dan kesenian. Jumlah peserta dibatasi sebanyak 150 (seratus lima puluh) orang dengan syarat :
a.    Mengisi formulir dan membayar uang pendaftaran
b.    Memakai tanda pengenal peserta pada saat seminar dilaksanakan 
c.  Hadir tepat waktu sesuai jadwal pelaksanaan yang sudah ditetapkan 


  1. Contact Person : Jamorlan 081375039600, Rozanna  085275776566, Risdo 08126309069
    Sekretariat : Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Sumatera Utara, Medan-Sumatera Utara
    Jalan Universitas 19 Kampus USU Medan, 20155, email : sastra.daerahusu@yahoo.co.id

Susunan Kepanitiaan Seminar Nasional Budaya Etnik 2011


15 Desember 2010

Selamat dan Sukses...................!!!!!

PERAYAAN NATAL BERSAMA ANAK PANTI ASUHAN
Selamat dan Sukses...................!!!!!

PERAYAAN NATAL BERSAMA ANAK PANTI ASUHAN

IKATAN MAHASISWA SASTRA DAERAH, FAKULTAS SASTRA, USU

10 Desember 2010, di Gedung GKPS Padang Bulan Medan

Jam : 18.00 WIB



I. LATAR BELAKANG KEGIATAN/DASAR PEMIKIRAN

Negara Indonesia adalah Negara yang beragama, dimana setiap warga Negara melaksanakan ajaran dan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Dalam ajaran agama masing-masing itu, manusia dituntut agar percaya, beriman dan amal dalam kehidupannya baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Sebagai salah satu agama yang ada di dunia adalah agama Nasrani. Dalam agama tersebut disebutkan manusia diciptakan untuk memelihara bumi dengan kata lain manusia tetap patuh dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dipercayainyasebagai Juru selamat. Patuh dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah melakukan, melaksanakan, dan nematuhi segala perintahnyadan menjauhi segala larangannya. Umat Nasrani mempunyai perayaan-perayaan keagamaan yang pantas dan harus dilaksanakan dan dari situ manusia dapat memperoleh sukacita Iman dalam kehidupannya. Salah satu diantaranya adalah perayaan Natal.

Sebagai seorang Mahasiswa kita diminta oleh Allah untuk hidup sebagai anak-anak terang yang dapat memancarkan terang Kristus dalam hidup kita. Tetapi sekarang ini terkadang kita masih sulit untuk hidup dalam terang kasih Kristus, malah kita lebih senang hidup dalm dosa. Kemauan akan diri sendiri pun masih tidak bisa dimengerti, kasih Allah dalam hidup kita masih kurang dapat kita rasakan karenakita hanya mementingkan keinginan duniawi yang memberikan kesenangan pada diri sendiri. Sebagai seoran Mahasiswa Kristen kita belum bisa menunjukkan perilaku yang membedakan kita dari orang lain dalam kebesaran iman yang ada di dalam diri kita masing-masing pada perayaan Natal ini.

Perayaan Natal merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh kaum Nasrani, dimana dalam perayaan Natal adalah memperingati Kelahiran Yesus Kristus sebagai Putra Bapa yang tunggal yang di utus kedunia untuk menebus dosa manusia. Hal inilah yang menjadi salah satu rujukan/ajakan kepada setiap manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak sekedar perayaan saja. Oleh kerna itu, selaku masyarakat kampus yang dinamai dengan Ikatan MahasiswaSastra Daerah Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara turut mengambil bagian dan niat yang tumbuh dari dalam dirinya selaku manusia yang beragama untuk merayakan Natal bersama Anak Panti Asuhan. Kami keluarga besar Ikatan Mahasiswa Sastra Daerah (IMSAD) mencoba berbagi rasa dalam bentuk Perayaan Natal bersama Anak Panti Asuhan, agar bersama-sama menikmati hidup rukun beragama, kebersamaan dan bersosialisasi yang utuh agar tercipta masyarakat yang adil dan makmur. Dengan perayaan Natal ini mudah-mudahan membuat hti kita semua tetap mempercayai Kristus yang telah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita semua. Oleh karena itu, mudah-mudahan bingkisan yang tidak terlalu besar ini dapat membantu dan meringankan kebutuhan anak Panti Asuhan.

II. NAMA KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah Perayaan Natal Ikatan Mahasiswa Sastra Daerah bersama Anak Panti Asuhan.

III. TUJUAN KEGIATAN

Adapun tujuan kegiatan Perayaan Natal ini adalah sebagai berikut :

Menumbuhkan Iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menumbuhkan rasa solidaritas dan rasa kepedulian kepada sesama manusia sebagai ciptaan Tuhan.

Menjadikan Perayaan Natal ini sebagai jembatan untuk membantu meringankan beban Anak Panti Asuhan.

Menjalin rasa kekeluargaan dan solidaritas antar mahasiswa

Lampiran I

Susunan Kepanitiaan

Pelindung : Dekan Fakultas Sastra Univ. Sumatera Utara

Ketua Departemen Sastra Daerah FS USU

Penaseht :

Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S

Drs. Herlina Ginting, M.Hum

Dra. Asriaty. R. Purba, M.Hum

Lizen Pasaribu, SS

Penanggung jawab : Ketua HMD IMSAD

Panitia Pengarah :

- Bob Hendro Sihombing

- Christanto Penjaitan

- Girson Tarigan


Panitia Pelaksana :

Ketua : Josua Viktor Purba

Sekretaris : Jainal Purba

Bendahara : Rayking Simaremare

Divisi – Divisi

Divisi Acara - Kerohanian

Koordinator : Satria

Divisi Explorasi Dana

Koordinator : Frans Martua Panjaitan



Divisi Konsumsi

Koordinator : Hotmida



Divisi Publikasi dan Dokumentasi

Koordinator : Japatar purba

Anggota :

Divisi Humas

Koordinator : Dahniel Arfandy Gultom



Divisi Perlengkapan

Koordinator : Nikson Sihombing



Divisi Keamanan

Coordinator : Eka Riwanda Sitepu

23 Oktober 2010

http://imbasadi1993.blogspot.com

Term of Reference

Temu Jujaro Mungare Nusantara

Aktualisasi Nilai-Nilai Tradisi Lokal yang Berkarakter Kepulauan

24-26 November 2010

Universitas Pattimura – Ambon

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia (IMBASADI) adalah sebuah organisasi mahasiswa tingkat nasional yang bertujuan membina dan meningkatkan intelektualitas serta kreativitas mahasiswa dalam rangka menelaah serta meneliti budaya lokal sebagai sarana kontrol kehidupan berbangsa dan bernegara. Hasil penelaahan dan penelitian ini kemudian dipresentasikan dalam acara pertemuan tahunan yang berupa rangkaian kegiatan utama seminar nasional, temu ilmiah, dan musyawarah nasional. Pada tahun 2010 ini, pertemuan IMBASADI akan diselenggarakan di Universitas Pattimura - Ambon. Selaras dengan tujuan Universitas Pattimura yaitu menjadi universitas riset kelas dunia yang beridentitas kerakyatan dan berakar pada sosio-budaya Indonesia, maka pertemuan IMBASADI tahun 2010 ini mengangkat tema Aktualisasi Nilai-Nilai Tradisi Lokal yang Berkarakter Kepulauan yang tervisualisasikan dalam kegiatan “Temu Jujaro Mungare Nusantara”. Kata jujaro dan mungare berasal dari Bahasa Melayu Ambon yang artinya pemudi dan pemuda. Jadi kegiatan ini merupakan ajang berkumpulnya pemuda dan pemudi nusantara yang berlatar belakang pendidikan bahasa dan sastra daerah untuk membicarakan keberadaan dan perkembangan bahasa dan sastra daerah.

Adapun tujuan kegiatan “Temu Jujaro Mungare” tersebut adalah: 1) Membentuk kearifan lokal nusantara yang terkandung dalam budaya daerah sebagai salah satu langkah untuk mencari solusi permasalahan degradasi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegera; 2) Pengenalan kebudayaan nusantara, terutama nilai-nilai tradisi lokal yang perlu dikembangkan kepada masyarakat umum, khususnya generasi muda; dan 3) Mempererat tali persaudaraan antara Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia dalam rangka pengembangan, pelestarian, dan penyelamatan kekakayaan intelektual Nusantara.

KETENTUAN-KETENTUAN DELEGASI

1. BIAYA, WAKTU, DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Biaya Pendaftaran :

a. Peserta aktif : Rp. 500.000,00

b. Peserta pasif : Rp. 600.000,00

Pembayaran dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Waktu Pendaftaran: 1 Agustus – 25 Oktober 2010 (konfirmasi jumlah anggota delegasi)

Cara pembayaran:

a. Langsung :

Sekretariat Panitia Temu Jujaro Mungare Nusantara, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura Ambon

b. Transfer :

BRI Cabang Ambon, nomor rekening 0001-01-021879-50-5, a.n. June Werinsa Salakory

Bank Mandiri Cabang Ambon, nomor rekening 152-00-0779620-0, a.n. Krissanty Hiariey

2. KEWAJIBAN DELEGASI

a. Menyusun data base tentang naskah atau folklor maupun keduanya dari daerah masing-masing untuk diterbitkan. Data base dikirim bersama makalah temu ilmiah.

b. Membawa jas almameter untuk dipakai selama kegitan berlangsung.

c. Membawa panji universitas masing-masing yang akan dipasang selama acara berlangsung.

d. Mempersiapkan satu set busana tradisional yang akan digunakan oleh dua anggota delegasi sebagai ikon dalam acara Ramah Tamah.

e. Menyusun rumusan solusi permasalahan bangsa terkait dengan tema Musyawarah Nasional ke-17.

f. Setiap delegasi diwajibkan membawa Sumbangan Wajib Organisasi (SWO) untuk Sekretariat Imbasadi sebesar Rp. 50.000,-

3. TEMU ILMIAH

Temu ilmiah kali ini mengusung tema “Pengembangan, Pelestarian, dan Aktualisasi Nilai-nilai Tradisi Lokal sebagai Kekayaan Nusantara”

Ketentuan penulisan:

- Naskah atau makalah yang ditulis harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan di atas.

- Naskah atau makalah adalah karya murni dari peserta sendiri dan belum pernah dipublikasikan.

- Naskah atau makalah ditulis dalam Bahasa Indonesia, diketik dengan aturan 1,5 spasi, font 12 Times New Roman, minimal 10 lembar.

- Naskah atau makalah dikirim dalam bentuk soft copy melalui email: temujujaromongarenusantara@yahoo.com

- Batas pengiriman naskah atau makalah paling lambat tanggal 15 Oktober 2010

- Naskah atau makalah akan diseleksi oleh panitia.

4. SEMINAR NASIONAL

- Seminar nasional menghadirkan 3 pembicara yang akan membawakan makalah dengan tema ”Aktualisasi Nilai-Nilai Tradisi Lokal yang Berkarakter Kepulauan”.

- Peserta seminar terdiri dari peserta IMBASADI, dosen, guru, mahasiswa, dan pemerhati masalah bahasa dan sastra daerah.

- Peserta lain yang bukan peserta IMBASADI wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.250.000.-. Sedangkan mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp.75.000.-

- Peserta seminar nasional yang bukan peserta IMBASADI wajib mendaftar satu minggu sebelum seminar dilaksanakan.

- Peserta seminar nasional mendapatkan sertifikat, seminar kit, dan makan siang.

5. MUSYAWARAH NASIONAL

Musyawarah Nasional ke-17 ini mengangkat tema “Melanjutkan Estafet Perjuangan Melalui Tradisi Lokal”.

Musyawarah Nasional ini akan membahas tentang:

- Sosialisasi AD/ART dan GBHO Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

- Laporan Pertanggungjawaban Pengurus IMBASADI Periode 2009/2010

- Pemilihan Pengurus IMBASADI Periode 2010/ 2011

- Penentuan program kerja IMBASADI Periode 2010/ 2011

- Rekomendasi permasalahan bangsa dengan menerapkan kearifan-kearifan lokal yang terkandung dalam naskah lama dan folklor nusantara.

4. MALAM KEBUDAYAAN NUSANTARA DAN PAMERAN KEBUDAYAAN

a. Malam Kebudayaan Nusantara

- Masing-masing delegasi wajib menampilkan satu pertunjukkan budaya dari daerah masing-masing.

Bentuk pertunjukkan harap dikonfirmasikan paling lambat satu minggu sebelum hari pelaksanaan kegiatan.

- Batas waktu penampilan 15 menit.

- Properti harap dipersiapkan sendiri terkait dengan ruang penyimpanan properti delegasi.

b. Pameran Kebudayaan

- Tiap delegasi diharapkan memamerkan barang-barang khas daerah masing-masing dan diperbolehkan melakukan transaksi jual beli.

- Tiap delegasi wajib mengirimkan data barang yang akan dipamerkan terkait dengan buku panduan pameran dan pengaturan stan.

Apabila membutuhkan perlengkapan tambahan, harap segera diinformasikan pada panitia.

17 September 2010

Latihan Pengenalan Alam Dasar 2010

DUKUNG DAN SUKSESKAN
LATIHAN PENGENALAN ALAM DASAR 2010
IKATAN MAHASISWA SASTRA DAERAH FS USU

Bertemakan :“Satu Rasa Satu Jiwa Meningkatkan Budaya Yang Maha Karya"

Bertempat di Haranggaol Street 11 Pekan 3 Raja - Prapat Danau Toba, North Sumatra,
tanggal 24-26 Sept 2010 yg diikutin oleh : Staf Ahli Akademik, Alumni, Mahasiswa Departemen, Masyarakat Umum.

bagi yg ingin bergabung bisa menghubungi sdr Girson 087869499519, Fahkri 087891852161,
fasilitas: Akomodasi, Transportasi, Logistik, sertifikat, Baju
Planning Iven : Dialog Akademik-Organisasi, Pengenalan Alam, Study Wisata, Wisata Kuliner, etc

fb/email : sastra.daerahusu@yahoo.co.id




09 Juni 2010

HASIL UMB TA 2010/2011

FORM MAHASISWA UMB TA. 2010/2011 DEPARTEMEN SASTRA DAERAH FS USU
Program Studi Sastra Daerah Untuk Sastra Melayu


1 6101100009 LISA NOVIDAR
2 6101100088 MUTIA LAZITA
3 6101100220 AIDA TIARANI
4 5101300231 ANWAR AHMAD JHRP
5 5101304199 MELIANA SIDAURUK
6 5101305049 HANAFI ANGKAT
7 5101309021 HENDRO SPUTRA ARUAN
8 5101309600 HARIATI SIMANULLANG
9 6101300015 M TRI HUSADI
10 6101303110 DEMMY SYAHPUTRA
11 6101305224 ELPI RIAULI SARAGIH
12 6101305670 TEUKU RAMA ARISMA L
13 6101308599 PANJI PRATAMA
14 5101700010 AYU RATNA LATIFAH
15 5102000206 PANNI NURANI

Program Studi Sastra Daerah Untuk Sastra Batak

1 5101300614 MORA NATALIA SIAHAAN
2 5101303875 JAMALUM BERUTU
3 5101305418 JAFIER HASOLOAN S
4 5101305566 MASDANIATI BANCIN
5 5101307208 ANDUS FRISKA TAMBA
6 5101308774 RIANTO SIPAYUNG
7 5101308783 DODY MORRIS
8 5101309264 DANIEL U PASARIBU
9 5101309528 MARUSAHA PARDOSI
10 6101300617 FERNANDO F SINAGA
11 6101301218 ANDREW FILARDO
12 6101304165 JENRY KANSER SIAHAAN
13 6101307196 LUMBAN SIAGIAN
14 6101309470 ESTI PUTRI
15 6101309611 HERISA SIMANJUNTAK
16 5102114586 STEVEN ANUGRAH
17 5107100180 IQBAL HUSEIN

18 November 2009

http://www.manassa.org.

Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-13: Call for Papers


Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-13

NASKAH, AKSES DAN IDENTITAS

Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa)
Bekerja sama dengan
Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret
Solo, 27-29 Juli 2010

Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), bekerja sama dengan Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret, akan menyelenggarakan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara ke-13. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 27-29 Juli 2010.
Kami mengundang para peneliti, pengkaji, dan pemerhati naskah Nusantara untuk menjadi pemakalah dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan abstraknya terlebih dahulu. Semua abstrak yang masuk akan diseleksi oleh tim akademik Manassa, dan dipilih sejumlah makalah yang sesuai dengan tema Simposium, yakni AKSES dan IDENTITAS.
Abstrak makalah dapat dikirim ke email Manassa dengan alamat: manassapusat@yahoo.com, dan harus sudah diterima paling lambat tanggal 26 Maret 2010. Semua abstrak yang masuk akan diseleksi oleh tim akademik Manassa, dan hasilnya diumumkan 1 (satu) bulan berikutnya, atau tanggal 26 April 2010.
Bagi mereka yang diterima sebagai calon pemakalah diharuskan mengirimkan makalah lengkapnya paling lambat sebulan sebelum Simposium, yakni tanggal 26 Juni 2010, dan akan mendapatkan fasilitas akomodasi serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.
PENJELASAN TEMA
NASKAH, merupakan kata kunci yang merujuk pada artefak budaya berupa tulisan tangan (manuscripts) yang telah diwariskan secara turun temurun.
AKSES, merupakan kata kunci yang akan mencakup topik-topik upaya penelusuran, pencatatan, bacaan, kajian, dan upaya pelestarian naskah-naskah Nusantara. Dengan sendirinya, hal-hal yang meniscayakan terciptanya akses tersebut perlu diupayakan dan terus dilakukan, seperti digitalisasi dan restorasi. Akses terhadap koleksi naskah perorangan yang biasanya lebih rumit akan mendapat perhatian lebih, selain naskah dalam koleksi lembaga.
IDENTITAS, merupakan kata kunci yang akan mencakup topik-topik tentang berbagai upaya membangkitkan kesadaran kolektif bangsa Indonesia bahwa naskah-naskah kuno adalah benda cagar budaya yang mencirikan identitas bersama, dan karenanya perlu dijaga, dilestarikan, serta diwariskan dari generasi ke generasi, untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan wacana dan keilmuan masyarakat Indonesia.
Melalui tema di atas, diharapkan bahwa kandungan isi naskah-naskah kuno Nusantara tersebut dapat menyumbangkan manfaat nyata bagi masa depan yang lebih baik, selalu turut memberikan respon terhadap kebutuhan keilmuan masyarakat kekinian, serta tidak terisolir sebagai "benda tak berharga".
MAKSUD DAN TUJUAN
Simposium ke-13 Solo ini bertujuan, antara lain, untuk:
1. Mendiskusikan dan merumuskan berbagai teknik pemeliharaan dan pelestarian naskah-naskah Nusantara, termasuk restorasi dan konservasi, baik melalui teknologi modern maupun tradisional, yang dihubungkan dengan sifat serta kelembaban alam di Asia Tenggara;
2. Mencari solusi agar upaya restorasi dan konservasi naskah-naskah Nusantara dapat dilakukan dengan mudah, tidak selalu tergantung pada bahan-bahan dari luar negeri;
3. Merumuskan strategi dan teknik digitalisasi naskah Nusantara, baik yang dilakukan di lembaga penyimpanan naskah maupun di masyarakat;
4. Memetakan serta menghimpun informasi mutakhir dan menyeluruh tentang berbagai aktifitas, di Indonesia khususnya, dan di Mancanegara umumnya, yang berkaitan dengan naskah-naskah Nusantara;
5. Mendorong berbagai kajian atas naskah-naskah Nusantara yang dapat memberikan kontribusi terhadap wacana dan pengetahuan keilmuan masyarakat dalam konteks kekinian.
6. Membangun kesadaran di kalangan masyarakat bahwa naskah-naskah Nusantara merupakan benda cagar budaya dan identitas bangsa yang perlu dilestarikan, serta kandungan pengetahuan dan kearifan di dalamnya perlu disosialisasikan kepada, serta dapat diakses oleh, dunia keilmuan secara terbuka;
7. Menyumbangkan berbagai pemikiran serta kearifan lokal yang terkandung dalam naskah-naskah Nusantara bagi kepentingan masa depan yang lebih baik.
INFORMASI LAIN
Semua informasi lain berkaitan dengan Simposium ke-13 ini, termasuk hal yang berkaitan dengan syarat keikutsertaannya, akan diinformasikan kemudian melalui situs Manassa ini dengan alaman http://www.manassa.org.

Sekretariat: Gedung VIII Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia
Telp. +62 21 747707649, Fax. +62 21 7408677